3 Motor Honda yang Disuntik Mati karena Kurang Laku

Bukan rahasia umum lagi bila Honda menjadi penguasa pasar sepeda motor di Indonesia.

Meski begitu, bukan berarti semua produk yang dikeluarkan laris manis, ada juga yang harus disuntik mati karena tidak laku di pasaran.

Ada beragam faktor yang menjadi penyebab suatu model kurang diterima oleh masyarakat, mulai dari penempatan posisi produk dengan model lain, desain, harga jual, hingga teknologi atau inovasi yang diusung.

Berikut 3 motor Honda yang gagal menarik minat konsumen

1. Honda Kirana

Honda Kirana hadir pertama kali pada 2002. Motor ini meluncur ketika Supra X 110 masih eksis di pasaran. Berbeda dengan Supra X bermesin 110 cc, Honda Kirana memiliki kapasitas mesin yang lebih besar yakni 125 cc.

Meski begitu, nyatanya tidak langsung membuat motor ini laris manis di pasaran. Tampilan yang konservatif mengingatkan bentuk Astrea Grand tampaknya cukup berpengaruh pada penjualan. Masa hidup Kirana terbilang pendek yakni hanya dua tahun.

Motor ini pun disuntik mati pada 2004.

2. Honda CS-1

Honda CS-1 merupakan singkatan dari Honda City Sport One yang merupakan karya desainer dari Indonesia. Motor ini meluncur perdana pada 2008, desainnya bisa disebut crossover yakni campuran bebek dengan ayam jago.

Namun, saat itu masyarakat belum bisa menerima desain CS-1 dan tidak sedikit yang menganggap desainnya cukup nyeleneh. Padahal jika dilihat dengan seksama, desain CS-1 bisa dibilang out of the box ketimbang motor bebek di zamannya.

3. Honda Revo AT

Honda Revo AT diluncurkan oleh Astra Honda Motor pada 2010, motor yang dibekali mesin 110 cc itu mengusung desain bebek matik atau betik. Sebab jika dilihat secara tampilan seperti motor bebek namun memakai transmisi otomatis.

Dengan desain tersebut, Honda optimis bisa punya pasar yang bagus karena memadukan keandalan motor bebek dan kemudahan motor matik. Sayangnya, konsep ini kurang diterima masyarakat, hal ini dibuktikan dengan hasil penjulan yang kurang bagus. Akhirnya Honda Revo AT pun setop produksi setelah tiga tahun mengaspal tahun 2013.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed