Ditegur Manajer Butik Branded di Malaysia Gara-gara Datang Berombongan, Ibunda Atta Halilintar Tak Terima: Kamu Tahu Siapa Saya?

Meski populer di Indonesia, keluarga Gen Halilintar nyatanya tidak dikenal di Malaysia. Sampai-sampai Lenggogeni Faruk harus “menjual” status sang putra sulung, Atta Halilintar , demi menunjukkan siapa dirinya.

Kisah ini disampaikan Karinda Warsito lewat akun sosial medianya, yang kemudian diunggah ulang oleh akun gosip @mak_impoh. Karinda bercerita, Lenggogeni pernah ditegur oleh seorang store manager sebuah brand mewah gara-gara membawa semua anaknya masuk ke dalam butik. Sang manajer rupanya tidak memperbolehkan rombongan anak dan ibu ini masuk berbarengan ke dalam butik demi menghindari keramaian.

“Ada manager store branded premium kan, negur dan enggak ngizinin mak si bledek masuk bawa anak-anaknya,” ujar Karinda, seperti dikutip Minggu (6/6).

Teguran ini rupanya menyulut ketegangan antara Lenggogeni dan sang manajer butik. Lenggogeni tidak terima anak-anaknya dilarang masuk, lalu marah dan menyindir manajer tersebut.

“Eh mak si bledek bilang lu ngga tau sipa gue,” kisah Karinda.

Ternyata ketenaran keluarga Halilintar tak memengaruhi pendirian si manajer. Sebaliknya, dia balik menyerang dengan memberikan argumen menohok kepada ibu beranak sebelas itu.

“Di jawab sama dia siapa kamu? Presiden Zimbabwe? Perdana Menteri?” tutur Karinda.

Karena tersinggung dengan jawaban manajer tersebut, perempuan 48 tahun itu menegaskan bahwa dia adalah ibu dari YouTuber terkenal se-Asia yang memiliki penghasilan tinggi.

BACA JUGA: Selalu Boyong Keluarga buat Bikin Konten, Keuangan Gen Halilintar Disebut Menipis karena Sering Didenda Prokes

“Terus mak si bledek mulai mlotot bilang saya maknya nganu yang terkenal penghasilan youtuber tertinggi,” cerita Karinda.

Merasa dirinya tidak bersalah karena tak mengenali keluarga Halilintar, dengan berani si manajer merespon dengan mengatakan bahwa ia memiliki kekuasaan atas butik mewah tersebut.

“Dijawab ma spg sorry enggak kenal, kamu tau siapa saya? Saya store manager,” ujar Karinda.

Akibat amarah yang memuncak karena harus menghadapi pembeli yang menurut sang manajer tidak memiliki etika, akhirnya Lenggogeni beserta anak-anaknya diusir dari butik. “Jadi silahkan keluar kalau ngga bisa patuh,” ujarnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed