Bolehkah Saya Ceraikan Suamiku yang Dipenjara karena Korupsi?

Perceraian adalah hal yang paling dibenci Tuhan. Namun bila segala cara sudah ditempuh untuk mempertahankan keluarga telah buntu, maka perceraian sebagai satu-satunya jalan bisa ditempuh.

Nah salah satu masalah dalam rumah tangga ketika salah satu pihak dipenjara. Apakah bisa jadi alasan perceraian? Berikut pertanyaan pembaca kepada detik’s Advocate:

Perkanalkan, nama saya S, saya seorang istri dengan 1 anak (usia 4 tahun). Kami menikah dengan hukum agama Islam dan tercatat di KUA.
Dua bulan lalu, suami saya dijatuhi hukuman 6 tahun penjara dalam kasus korupsi dan sudah berkekuatan hukum tetap.

Pertanyaan:
1.Apakah putusan di atas bisa dijadikan alasan saya mengajukan perceraian?
2.Bagaimana dengan anak, apakah ikut saya atau suami nantinya?
Terimakasih

Wasalam
S

Untuk menjawab pertanyaan di atas, berikut jawaban dari tim hukum Posbakum PN Jember-FH Universitas Jember. Berikut jawabannya:

Dalam Islam pernikahan adalah sesuatu hal yang sacral dan apabila hubungan tidak dapat dilanjutkan maka harus diselesaikan secara baik-baik. Allah membenci sebuah perceraian, tetapi agama Islam tidak melarang adanya perceraian.

Terkait putusan hukuman 6 tahun penjara, dijadikan alasan sebagai mengajukan perceraian, maka perceraian dapat dilakukan dan diputuskan apabila memiliki alasan-alasan, baik dari pihak suami maupun istri.

Pasal 19 Peraturan Pemerintah No. 9 Tahun 1975 mengemukakan bahwa perceraian dapat terjadi karena alasan atau alasan-alasan sebegai berikut:

a. Salah satu pihak berbuat zina atau menjadi pemabok, pemadat, penjudi dan lain sebagainya yang sukar disembukan;
b. Salah satu pihak meninggalkan pihak lain selama 2 tahun berturu-turut tanpa izin pihak lain dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain diluar kemampuannya;
c. Salah satu pihak mendapat hukuman penjara 5 tahun atau hukuman yang lebih berat setelah perkawinan berlangsung;
d. Salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang membahayakan pihak yang lain;
e. Salah satu pihak mendapat cacat badan atau penyakit dengan akibat tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai suami/isteri;
f. Antara suami dan isteri terus-menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga.

Putusan tersebut memenuhi alasan perceraian dalam Poin C, yang artinya bisa untuk dijadikan alasan di dalam mengajukan perceraian. Diperkuat kembali pada Pasal 23 Peraturan Pemerintah No. 9 Tahun 1975, bahwa gugatan perceraian karena alasan salah seorang dari suami-isteri mendapat hukuman penjara 5 tahun atau hukuman yang lebih berat, maka untuk mendapatkan putusan perceraian sebagai bukti penggugat cukup menyampaikan salinan putusan Pengadilan yang memutuskan perkara disertai keterangan yang menyatakan bahwa putusan itu telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap.

Terkait dengan anak, apakah ikut isteri atau suami nantinya, berdasarkan Pasal 41 Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 :

a. Baik ibu atau bapak tetap berkewajiban memelihara dan mendidik anak-anaknya, semata-mata berdasarkan kepentingan anak, bilamana ada perselisihan mengenai penguasaan anak-anak, Pengadilan akan memberikan keputusannya;
b. Bapak yang bertanggung-jawab atas semua biaya pemeliharaan dan pendidikan yang diperlukan anak itu, bilamana bapak dalam kenyataan tidak dapat memenuhi kewajiban tersebut, Pengadilan dapat menentukan bahwa ibu ikut memikul biaya tersebut;
c. Pengadilan dapat mewajibkan kepada bekas suami untuk memberikan biaya penghidupan dan/atau menentukan sesuatu kewajiban bagi bekas isteri.

Disebutkan pula di Pasal 156 Komplikasi Hukum Islam, bahwa :

a. Anak yang belum mumayyiz (anak yang sudah bisa membedakan sesuatu yang baik dan buruk), berhak mendapat hadhanah (pemeliharaan anak yang belum mampu berdiri sendiri, biaya pendidikannya dan pemeliharaannya dari segala yang membahayakan jiwanya agar terjamin hak-hak anak untuk hidup, tumbuh dan berkembang secara optimal) dan ibunya, kecuali ibunya telah meninggal dunia, maka kedudukannya digantikan oleh

1. Wanita-wanita dalam garis lurus atas dari ibu;
2. Ayah;
3. Wanita-wanita dalam garis lurus ke atas dari ayah;
4. Saudara perempuan dari anak yang bersangkutan;
5. Wanita-wanita kerabat sedarah menurut garis samping dari ayah
b. Anak yang sudah mumayyiz berhak memilih untuk mendapatkan hadhanah dari ayah atau ibunya;

c. Apabila pemegang hadhanah ternyata tidak dapat menjamin keselamatan jasmani dan rohani anak, meskipun biaya nafkah dan hadhanah telah dicukupi, maka atas permintaann kerabat yang bersangkutan Pengadilan Agama dapat memindahkan hak hadhanah kepada kerabat lain yang mempunyai hak hadhanah pula;

d. semua biaya hadhanah dan nafkah anak menjadi tanggung jawab ayah menurut kemampuannya,sekurang-kurangnya sampai anak tersebut dewasa dapat mengurus diri sendiri (21 tahun)

e. bilamana terjadi perselisihan mengenai hadhanah dan nafkah anak, Pengadilan Agama membverikan putusannya berdasrkan huruf (a),(b), dan (d);

f. pengadilan dapat pula dengan mengingat kemampuan ayahnya menetapkan jumlah biaya untuk pemeliharaan dan pendidikan anak-anak yang tidak turut padanya.

Patut diperhatikan bahwa sebuah perceraian benar adalah hak dari setiap orang yang telah memiliki ikatan perkawinan, akan tetapi setiap tindakan hukum pasti akan memiliki dampak baik maupun buruk, dan diharapkan bahwa antara kedua belah pihak atau siapapun patut untuk mempertimbangkan efek dominan dari setiap perceraian ialah berpengaruh terhadap beban psikologis atau mental bagi yang sang anak. Bisa saja selain beban psikologis, juga akan mengakibatkan efek traumatis terhadap psikis si anak.

Terkadang kasus anak yang terdampak perceraian dari orang tuanya ialah mudah terpengaruh pada hal negatif, apatis dalam berhubungan dan sering menyalahkan diri sendiri, meskipun terkadang tidak seluruhnya demikian. Alangkah baiknya bagi orang tua yang hendak bercerai gugat maupun talak untuk berpikir secara bijak dan tenang kembali guna pengambilan keputusan.

Salam.

Tim Posbakum PN Jember-FH Universitas Jember

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed