Bule Cantik Mantap Nikahi WNI Berprofesi Kuli Bangunan, ‘Miskin Tapi Kerja Keras’

Menikah dengan gadis cantik berkebangsaan Eropa mungkin menjadi mimpi bagi sebagian orang. Layaknya sosok pria WNI berikut ini.

Beruntung, ia mendapatkan istri seorang wanita cantik asal Jerman yang menerima segala kekurangan dan kelebihannya. Meski terlahir sederhana, karakter dari sang suami lah yang membuat bule cantik ini langsung terpikat.

Penasaran dengan kisah romantis dari pasangan berbeda negara tersebut? Simak ulasan selengkapnya berikut ini, dilansir dari kanal YouTube Matrozi Film Official, Kamis (2/9/2021).

Karakter Jadi Hal Utama

Matrozi merupakan pria beruntung. Nekat berpetualang membuatnya bertemu sang istri tercinta, Ana yang merupakan WN Jerman.

Bagi Ana, latar belakang ekonomi dan pendidikan Matrozi yang sederhana tak menghalangi dirinya untuk seketika jatuh cinta. Karakter pantang menyerah dan tangguh lah yang menjadi hal utama bagi Ana.

“Menurut saya, kaya dan miskin itu sama saja. Yang penting karakternya,” ungkap Matrozi.

“Ya, itu penting mengutamakan karakternya,” tegas Ana.

Lahir di Keluarga Sederhana

Sadar bukan siapa-siapa dan tak bergelimang harta, Matrozi pun mulai bekerja keras. Semua hal bakal dilakoninya asal menghasilkan uang dengan cara yang benar.

“Latar belakangnya lumayan sederhana ya,” ungkap sang istri.

“Iya, saya dulu itu kurang mampu, semua harus usaha sendiri, mau dapat uang ya harus bekerja,” ceritanya.
Suami Kerja Serabutan

Ana menuturkan, berbagai pekerjaan serabutan pernah dijalani sang suami untuk bertahan hidup. Dari mulai menjadi kuli bangunan, pelayan restoran, penjaga kebun, tukang pijit, hingga kurir.

“Dulu dia jadi kuli bangunan, kerja di restoran, terus apalagi?” tanya Ana.

“Terus kerja di tanaman, tukang pijat, kurir, pokoknya semuanya saya lakukan,” tambah Matrozi.

Miskin Tapi Kerja Keras

Bahkan, ia rela menggunakan hampir seluruh waktunya dalam dua minggu untuk terus bekerja tak kenal lelah. Padahal, upah yang diperoleh pun tak seberapa.

“Capek, uang kerjanya itu juga gak seberapa,” terang Matrozi.

“Wah, uang gajinya sedikit, terus 2 minggu liburnya satu hari,” kata Ana.

Sikap yang tangguh dan tak mau berpangku tangan ala Matrozi lantas membuat Ana kian jatuh hati. Matrozi disebut miskin, namun bukan pemalas.

“Nah, aku lihat orangnya miskin tetapi dia bekerja keras, dia gak malas,” ungkap Ana.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed