Detik-detik Laura Anna Dikremasi, Papa Gabor Menangis saat Cium Kening Putrinya, Sang Ibu Minta Maaf

Tangis ayah Laura Anna, Papa Gabor pecah saat melihat putrinya untuk yang terakhir kali.

Sebelum jenazah putrinya dikremasi, ayah Laura Anna mencium kening putri cantiknya.

Kemudian, Papa Gabor pun berkali-kali mengusap air matanya pakai tisu ketika peti jenazah Laura Anna ditutup.

Setelah upacara tutup peti itu selesai, jenazah Laura Anna pun bersiap untuk dikremasi.

Isak tangis keluarga dan sahabat Laura Anna pun pecah menyelimuti ruangan di rumah duka Grand Heaven, Pluit, Jakarta Utara.

Video saat Papa Gabor mencium kening Laura Anna untuk terakhir kalinya ini juga sudah viral di media sosial.

“Nyesek lihat tangisan Papa Gabor daat melepas pergi putri tercintanya Laura,” tulis akun media sosial @lambegosiip di Instagram.

Papa Gabor berusaha berbicara beberapa patah kata untuk melepas kepergian putrinya.

Meski lehernya terdapat selang, karena diketahui sedang sakit, Papa Gabor berusaha bicara.

“Saya ucapkan banyak-banyak terima kasih. Tapi semua usaha kita sudah selesai.

Dia meninggal, dia sudah 2 tahun sakit, sekarang dia bebas,” ucap Papa Gabor, dikutip dari Instagram Story Awkarin.

Ketika mama Laura Anna memberikan kata perpisahan untuk melepas kepergian putrinya, Papa Gabor terlihat duduk sendiri sambil menundukkan kepala.

Meski tak terlihat ada air mata, namun kesedihan di wajahnya tampak sangat jelas.

Kesedihan tergambar jelas di raut wajah ibunda Laura Anna, Ameilia Edelenyi yang berdiri di samping peti jenazah.

Ia meminta maaf untuk kesalahan sang putri.

“Tante cuma minta doanya dan meminta maaf kesalahan Laura kepada kalian.

Mungkin yang disengaja ataupun yang tidak disengaja.

Biar jalannya ke surga lebih tenang.

Biarlah dia tenang di sana, tante tahu ini yang terbaik.

Laura, maafin mama ya,” tutur ibunda Laura Anna diiringi tangis.

Menuju ruang kremasi, Papa Gabor tampak menatap lurus peti jenazah Laura Anna dengan sendu.

Jenazah Laura Anna dikremasi di Grand Heaven sekitar pukul 14.00 WI siang tadi.

Peti mati Laura Anna yang berwarna putih terlihat berhiaskan karangan bunga di atasnya.

Terlihat prosesi peti jenazah Laura Anna dipindahkan dari rumah duka nomor 107 lantai 1 Grand Heaven ke tempat krematorium di lantai 5.

Dalam kesempatan itu juga terlihat keluarga Laura Anna mengantarkan peti jenazah sambil memakai baju putih-putih.

Kakak Laura Anna, Greta Irene dan pacarnya, Ridho membawa karangan bunga paling depan.

Tak ketinggalan ibunda dan ayah Laura Anna, membawa foto putri mereka.

Mereka terlihat sangat bersedih mengantarkan jenazah Laura Anna untuk dikremasi.

Terpantau dalam kesempatan itu, peti jenazah Laura Anna ditandu oleh petugas rumah duka.

Berapa sahabat almarhum, Anya Geraldine, Keanu, Gangga dan Awkarin, serta Rachel Vennya tampak berbaris dan memasuki ruang jenazah Laura Anna bakal dikremasi.

Alasan Kremasi

Kremasi menjadi pilihan sesuai dengan keinginan Laura Anna.

“Jujur itu dia dulu pernah pesan juga, dulu kita pernah bercanda kalau ini mau gimana. Bercanda doang gitu, dia mau dikremasi biar nggak sendirian,” ungkap Greta Irene, dikutip TribunnewsBogor.com dari Kompas.

Setelah dikremasi, abu jenazah Laura Anna akan dibawa ke rumah.

“Beberapa hari ini mau dibawa pulang dulu, dia mau ditemenin dulu, ke depannya aku belum tahu nih,” sambungnya lagi.

Untuk keputusan dilarung, pihak keluarga mengatakan nanti akan abunya akan dibawa pulang ke rumah dulu. Setelahnya nanti dipikirkan akan ditabur di mana.

“Mau di rumah dulu (abunya), baru nanti ditabur di mana,” jelasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed