Ditipu Rekan Bisnis, Warga Padang Ini Pilih Tinggal di Hutan Tasikmalaya Bareng Sapi

Memutuskan untuk tinggal di tengah hutan bukanlah perkara yang mudah. Banyak pertimbangan yang harus diperhitungkan, mulai dari kebutuhan logistik, penerangan, hingga keperluan sehari- hari.

Namun keadaan itu yang kini harus dirasakan oleh pasangan suami sitri asal Padang Pariaman, Sumatera Barat bernama Dedi dan Yeni. Keduanya memilih untuk menetap di tengah hutan Gunung Galunggung, Kampung Pangaburan, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Seperti terlihat di tayangan video milik channel Youtube Fhr 21 Entertaiment pada (25/9) lalu, rumah keduanya yang terbuat dari bilik kayu berada di kawasan hutan dan dikelilingi pepohonan lebat. Untuk menuju rumah mereka pun harus menyusuri jalan setapak serta jembatan dari bambu.

keduanya diketahui memilih tinggal di area belantara itu lantaran tak ada pilihan lain usai tertipu saat berbisnis. Berikut informasinya.

Yeni dan Dedi mengungkapkan jika mereka sudah tinggal di lokasi tersebut selama lima tahun. Keduanya kerap melakukan aktivitas seperti mengurus hewan ternak dan budi daya tanaman di hutan untuk bertahan hidup.

Sementara itu saat malam tiba, mereka hanya mengandalkan sinar lampu senter untuk membantu penerangan di tempat tinggal sederhananya itu.

“Iya begini kondisinya, agak berantakan. Dan sumber penerangan cuma pakai baterai/senter yang dicharger ini,” terang Dedi.

Tidur Bersama Sapi

Dedi dan Yeni mengungkapkan, selama ini keduanya memang tidur dan beraktivitas di area tersebut. Sebagai tempat berteduh, mereka membangun rumah petak yang tak begitu besar dan cukup untuk ditempati keduanya.

Keduanya hanya tidur beralaskan kain dan tertutup terpal serta bersebelahan dengan kandang sapi milik orang lain.

Sebelumnya, pasutri tersebut juga tinggal di bilik yang berada di bawah kandang sapi, yang saat ini telah berubah fungsi menjadi kandang kambing.

“Nah ini tempat tinggalnya, berantak dan cuman pakai amparan kain serta penutup terpal aja,” terang Dedi.

“Nah ini sobat Fhr kondisinya, keluarga ini tinggal, tidur di sini. Masya Allah, luar biasa ya akang ini,” ucap Eri.

Tertipu Saat Berbisnis

Sebelum tinggal di bangunan bilik kayu di tengah Hutan Galunggung tersebut, Dedi dan Yeni sempat tinggal di Padang Pariaman selama 13 tahun.

Mereka sempat berbisnis kecil-kecilan, hingga akhirnya gulung tikar karena ditipu orang. Karena tak ada pilihan lain mereka pun sepakat untuk memilih tinggal di sana.

Keduanya juga sudah memiliki empat anak, dan kerap membantu kegiatan sehari hari Yeni dan Dedi, namun tidak tinggal di hutan tersebut.

“Di sini cuma saya dan istri, anak anak ngontrak di bawah. Jadi sapi yang ada di kandang itu dari orang, mungkin kasihan sama kami akhirnya dipercaya menjaga dan mengurus lima sapi,” ungkap Dedi.

“Mulanya kenapa tinggal di sini dulu kami tiga belas tahun tinggal di Padang, terus bisnis kecil kecilan dan ditipu orang akhirnya tinggalah di tengah hutan ini,” terang Yeni dengan logat Padangnya yang khas.

Pengalaman Tinggal di Hutan

Selama lima tahun belakangan cukup banyak pengalaman yang dirasakan oleh keduanya, mulai dari mendengar banyak suara hewan hingga suara makhluk tak kasat mata.

Dedi menambahkan, jika keadaan tersebut lambat laun mulai membuat mereka terbiasa, seperti yang belum lama dirasakan lewat suara tangisan perempuan yang bersumber dari sekitar kandang sapi.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed