Dulu Dihina Tak Punya Masa Depan Karena Nakal dan Urakan, Kini Jadi Polisi Gagah

Akbar tidak malu mengisahkan masa lalunya yang cukup membuat banyak orang tercengang. Masa lalu Akbar jauh dari kesan sebagai ‘anak baik-baik’.

Dalam video berdurasi hampir satu menit, Akbar dulu ternyata dikenal sebagai anak ‘nakal’. Dia suka keluyuran tanpa arah tujuan bersama teman-teman.

Akbar lebih sering hidup di jalanan bersama teman-teman dari komunitas punk. Dandanannya juga tidak jauh dari gaya anak-anak punk.

Bukan hanya dari gaya dan penampilan, aksi Akbar berpose sambil membawa brass knuckle di tangan sudah jelas memperlihatkan dia sering terlibat tawuran.

Waktu itu banyak yang menuduh Akbar sebagai anak berandalan. Sudah jelas terlihat Akbar termasuk anak yang tidak punya masa depan.

Namun, manusia itu bisa berubah karena diri sendiri dan lingkungan. Begitu juga dengan Akbar. Seiring berjalannya waktu, Akbar rupanya mulai punya pikiran yang lebih dewasa dalam menatap masa depan.

Dia memutuskan untuk mengikuti berbagai pendidikan sebagai calon abdi negara, baik di Polri maupun TNI. Akbar tercatat pernah mengikuti pendidikan calon bintara (Caba) di AL dan AD tahun 2015, namun gagal.

Dia tidak berputus asa. Akbar mencoba di tahun berikutnya. Namun tetap saja mengalami kegagalan. Di tahun 2015 Akbar sempat mendaftar jadi Caba Polri juga tapi gagal. Akbar pun tak mau putus asa.

Tahun 2016 Akbar mencoba lagi untuk mengikuti pendidikan Caba Polri. Dia juga mendaftar di AL dan AD. Dia bahkan mendaftar jadi Catam AU tahun 2017. Namun usahanya mendaftar di AL, AD, dan AU menemui kegagalan.

Akbar justru tidak menyangka usahanya mendaftar Caba Polri tahun 2016 berhasil. Dia diterima dan mengikuti pendidikan sebagai bintara polri.

Berkat doa orangtua dan kegigihan usahanya dalam mengikuti pendidikan, Akbar akhirnya berhasil menjadi Bintara Polri tahun 2017.

Akbar mengaku sangat bersyukur akhirnya perjuangannya untuk menjadi polisi terwujud. Akbar merasa sangat berterima kasih kepada orang-orang yang dulu mencela dan meragukan masa depannya.

Dia menganggap omongan pedas disebut tak punya masa depan karena penampilan yang urakan, sebagai penyemangat dalam mewujudkan cita-citanya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed