Kisah Pemuda Pekerja Keras Jadi Ojol Hingga Kuli Bangunan, Adu Nasib Kini Jadi Polisi

Dalam hidup, sikap pantang menyerah dan ikhlas menjalani segala sesuatunya bakal menghasilkan kebaikan. Seperti sosok pemuda yang tak kenal lelah berikut ini.

Mencoba peruntungan mencari pundi-pundi rupiah sebagai pengemudi ojek online hingga kuli bangunan pernah dijalani. Rasa pahit itu terbayar tatkala ia mendaftar pendidikan sebagai polisi.

Dinyatakan lolos, ada reaksi haru dari keluarga yang seolah tak percaya. Seperti apa kisahnya? Simak informasi selengkapnya berikut ini.

Pontang-panting Mengadu Nasib

Tak mudah terlahir dari keluarga yang sederhana untuk mencari penghidupan. Begitu pula dengan sosok putra dari seorang pemulung barang bekas berikut. Tahun 2020 menjadi percobaan pertama baginya untuk mencari penghasilan melalui ojek online.

“Di tahun 2020 saya bekerja Grab (pengemudi). Ini pas ketiduran di basecamp gara-gara menunggu orderan masuk,” tulisnya, dikutip dari akun Instagram @dunia_kaumhawa.

Ia tak serta-merta berhenti pada satu pekerjaan saja. Dari mengantar minuman kemasan, berjualan ketupat dan keripik, sopir angkutan barang, hingga kuli juga dijajalnya. Setengah penghasilan dari hampir semua pekerjaannya tersebut diberikan kepada sang ibunda untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Pernah jadi kuli bangunan, uangnya dipakai buat kebutuhan sehari-hari sama kasih ke mamak,” terangnya.

“Pernah jadi sopir pindahan juga. Uangnya dibagi dua sama mamak,” sambungnya.

Daftar Polisi

Tak berselang lama, pemuda itu memberanikan diri untuk mengikuti serangkaian pendaftaran polisi. Meski membutuhkan waktu yang tak singkat, pemuda tersebut tak segan untuk terus berjuang mengumpulkan berkas persyaratan.

“Pada akhirnya, saya mengadu nasib mendaftar Polri tahun pertama. Mengurus berkas sampai 1 minggu baru selesai semua. Setiap tes, saya selalu sendiri, gak pernah diantar orangtua,” tulisnya.

Sempat berkecil hati. Hal itu beberapa kali dirasakannya lantaran mendengar cerita dari sejumlah kawan seperjuangan yang rela merogoh kocek untuk sekadar mengikuti bimbingan belajar. Sementara ia hanya bermodalkan belajar mandiri.

“Selalu minder karena peserta yang lain mengikuti bimbingan belajar, sedangkan saya cuma belajar otodidak sendiri,” ungkapnya.

Lulus Seleksi Masuk Pendidikan Bintara

Perjuangan serta pengorbanannya selama ini membuahkan hasil yang manis. Pemuda yang selalu gigih dan pantang menyerah dalam mencari penghidupan itu akhirnya dinyatakan lolos seleksi untuk mengikuti pendidikan Bintara Polri.

“Pada akhirnya, hari yang ditunggu-tunggu tiba dan saya dinyatakan lulus terpilih mengikuti pendidikan Bintara Polri,” jelasnya.

Mengetahui putranya bakal menjadi seorang polisi, sang ibunda pun menangis haru bercampur bahagia saat dihubungi. Cerita sang pemuda tersebut merupakan bukti, keadaan yang kurang menguntungkan bukanlah suatu kutukan.

“Pesan buat semuanya, jangan pernah menyerah dengan keadaan. Tetap semangat karena rezeki itu tidak ada yang tahu,” pungkasnya.

 

Simak Videonya DISINI

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed