Masih Ingat Joni Bocah Viral Pemanjat Tiang Bendera? Begini Kondisi Terbarunya

Masih ingat Joni Ande Kala? Bocah yang pernah viral karena nekat memanjat tiang bendera setinggi 15 meter, untuk mengambil tali bendera yang kusut.

Joni pernah membuat decak kagum publik Indonesia, pada saat peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2018 silam.

Joni pun seketika viral seantero Indonesia di berbagai platform, baik media massa maupun media sosial karena aksi nekatnya yang ingin Sang Merah Putih tetap berkibar di tapal batas Indonesia-Timor Leste.

Aksinya itu mencuri perhatian Presiden Joko Widodo, yang akhirnya diundang ke Istana Negara dan mendapat kursi di tribun khusus untuk menonton pergelaran Asian Games waktu itu.

Joni kini duduk di bangku kelas X Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.

Di masa pandemi Covid-19, Joni tidak bersekolah tatap muka. Joni bersama teman-temannya diwajibkan sekolah untuk belajar dari rumah, sambil membantu orang tua masing-masing.

Joni yang dihubungi merdeka.com dari Kupang mengatakan, semenjak ayahnya meninggal dunia pada September 2020 lalu, dia sering membantu sang ibu berkebun jika kegiatan belajar online telah usai.

“Setelah belajar online, saya biasa bantu mama kerja di rumah dan kadang ke kebun untuk ambil makanan ternak,” ujarnya, Sabtu (14/8).

Joni mengaku, semenjak pandemi Covid-19 melanda dia belum mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah setempat. Joni hanya baru menerima bantuan dari Kapolda NTT, Irjen Lotharia Latif.

“Semoga pandemi ini cepat berlalu sehingga aktivitas kita semua kembali normal, sudah bosan di rumah maunya sekolah tatap muka sudah, supaya bertemu teman-teman,” ujar Joni.

Kapolda NTT melalui Kapolres Belu AKBP Khairul Saleh memberikan bingkisan kemerdekaan kepada Joni. Pemberian bingkisan kemerdekaan itu merupakan bentuk apresiasi dari Kapolda NTT kepada Joni atas keberaniannya.

“Karena aksi heroiknya itu sehingga dalam rangka HUT ke-76 Republik Indonesia, bapak Kapolda NTT melalui kami memberikan bingkisan sebagai bentuk apresiasi beliau untuk adik kita Joni,” kata Khairul, Sabtu (14/8).

Kedatangan Kapolres Belu dan jajaran ini juga untuk memastikan Yohanis Ande Kala tetap semangat dalam menuntut ilmu, untuk meraih cita-citanya yakni, ingin menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI).

“Kita juga menyampaikan pesan dari Bapak Kapolda kepada adik Joni untuk tetap jaga kesehatan dan semangat dalam menuntut ilmu demi meraih cita-cita”, ujarnya.

Joni meminta terima kasih kepada Kapolda NTT beserta jajarannya, karena telah memberi perhatian kepadanya.

“Saya janji akan terus semangat, bantu mama di rumah. Rajin belajar supaya tamat nanti bisa ikut tes dan menjadi tentara seperti cita-cita saya dan harapan dari Almarhum bapak,” tutup Joni. [rhm]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed