Pengakuan Sopir Vanessa Angel Tubagus Joddy Gunakan Ponsel Saat Mengemudi, Misteri Story Dihapus

Tubagus Muhammad Joddy Pramas Setya (24) atau Tubagus Joddy , sopir mobil mendiang Vanessa Angel telah membuat pengakuan, menggunakan ponselnya saat mengemudi.

Tubagus Joddy mengatakan sempat mengoperasikan ponselnya saat mengemudi, sesaat sebelum tabrakan maut yang merenggut nyawa Vanessa Angel dan Bibi terjadi.

Berdasarkan pengakuannya, bujang asal Bogor itu mengoperasikan ponselnya sebanyak dua kali.

Ia menyebut menggunakan ponsel untuk menghubungi atau berkomunikasi dengan orangtuanya; ayahanda, melalui pesan chat WhatsApp (WA).

Sejumlah fakta tersebut, terungkap dari hasil penyelidikan dan serangkaian gelar perkara oleh pihak Unit Kecelakaan Satuan Lalu Lintas Polres Jombang.

Namun, kesemua fakta tersebut belum sepenuhnya menjawab alasan mengapa Tubagus M Joddy menghapus konten video instastory dari akun Instagram (IG) pribadinya.

Seperti diketahui, soal instastory itu sempat memicu kegaduhan di media sosial (medsos).

Apalagi, konten video yang sempat dihapus oleh Joddy beberapa saat pascainsiden pada Kamis (4/11/2021) pukul 12.36 WIB itu, juga menjadi bahan analisis laboratorium forensi pihak Subdit III Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim.

Mengenai upaya penghapusan konten video yang dilakukan oleh Tubagus M Joddy, pihak Polda Jatim memberikan pandangan lain.

Direktur Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jatim Kombes Pol Latif Usman mengungkapkan, Tubagus diduga memiliki kecenderungan untuk membuat konten video dalam akun medsos miliknya.

“Nah itu keahliannya dia. Nyatanya ada di medsos,” ujarnya saat ditanyai awak media di Gedung Humas Mapolda Jatim, Kamis (11/11/2021).

Di singgung soal motif Joddy berupaya menghapus jejak digital yang merujuk pada pembuktian kelalaiannya, Latif mengetakan, hal tersebut menjadi kewenangan saksi ahli untuk mengidentifikasikannya.

“Saya enggak tahu itu. Dihapus atau tidak. Itu nanti masuk pengakuan saksi ahli. Saya belum menanyakan itu.
Mungkin penyidik,” pungkasnya.

Sebelumnya, Tubagus Mohammad Joddy, sopir mendiang Vanessa Angel dan Febri Andriansyah atas insiden kecelakaan maut, di Tol Jombang, telah ditetapkan sebagai tersangka, pada Rabu (10/11/2021) sore.

Selain ditetapkan sebagai tersangka, Tubagus M Joddy juga sudah ditahan di Mapolres Jombang, pada malam harinya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko menerangkan, perubahan status terhadap Tubagus M Joddy, yang semula saksi menjadi tersangka didasarkan pada hasil gelar perkara kedua.

Gelar perkara kedua tersebut dilakukan penyidik Satlantas Polres Jombang dengan pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Jombang.

Penyidik berhasil menemukan unsur tindakan pidana, yakni Joddy memacu kecepatan mobil melebihi ambang batas kecepatan jalam tol 80 Km/jam.

Kemudian, Si sopir sempat mengoperasikan ponsel pribadinya sebanyak dua kali, selama mengemudi.

“Pada hari rabu itu juga saudara Joddy sudah dinyatakan sebagai tersangka,” ujar Gatot.

Sekadar diketahui, Vanessa Angel beserta suaminya Febri Andriansyah dipastikan meninggal dunia dalam insiden kecelakaan lalu lintas di Tol Jombang-Mojokerto, KM 672.400/A, Kamis (4/11/2021) siang.

Selain dua orang korban jiwa. Dalam insiden tersebut ternyata terdapat tiga orang selamat.

Dua orang di antara berusia dewasa. Satu orang bertugas sebagai sopir pribadi dari pasutri Vanessa Angel & Febri, Tubagus Muhammad Joddy Pramas Setya (24) warga Griya Melati B-1 Bubulak, Bogor.

Sedangkan, perawat bayi, Siska Lorensa (21) warga Nanggerang RT 04/08 Cililin, Bandung Barat.

Sedangkan, satu orang lainnya, merupakan anak dari Vanessa Angel, berjenis kelamin laki-laki bernama Gala Sky berusia 1 tahun.

Sedangkan, kronologi kecelakaan tersebut bermula saat sebuah mobil Mitsubishi Pajero bernopol B-1264-BJU berisi lima orang termasuk sopir itu, melaju dari arah Jakarta menuju Surabaya.

Setibanya di KM 672.400/A, mendadak laju mobil oleng ke sisi kiri bahu jalan.

Tak pelak, membuat mobil menghantam pembatas jalan berbahan beton.

Kuatnya benturan, membuat bodi mobil terpelanting dari titik benturan di KM tersebut sejauh 30 meter hingga mobil teronggok di lajur cepat.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed