Salut, Bagian Tubuh Soimah Ini Jadi Saksi Bisu Kerasnya Perjuangan Hidupnya Dulu, sang Artis Ngaku Ogah Mengubahnya: Bukti Buat Anak-anak Saya

Soimah menunjukan bagian tubuhnya yang menjadi saksi bisu perjuangan hidupnya dulu.

Bagian tubuh Soimah itu menjadi saksi atas kehidupan masa lalu sang artis yang sulit.

Tak hanya menjadi saksi bisu, bagian tubuh Soimah itu juga hendak ditunjukan kepada anak-anak sang artis agar lebih menyukuri hidup.

Siapa yang tak mengenal Soimah?

Tak hanya dikenal sebagai presenter, Soimah juga pandai melawak dan menyanyi. Dengan kemampuannya yang serba bisa, Soimah kini tergolong sebagai publik figur yang sukses.

Dibalik kesuksesannya tersebut, rupanya berbagai rintangan telah dilalui Soimah di masa lalunya. Ia dulu hanya tinggal di sebuah desa di Pati, Jawa Tengah.

Namun, Ibunda Soimah sangat ingin putrinya tersebut menjadi artis dan dikenal banyak orang. Karena menurutnya, Soimah tidak kalah dengan artis-artis yang dilihatnya di televisi pada saat itu.

Padahal Soimah sendiri sempat tidak memiliki cita-cita karena sehari-harinya ia harus mengatur waktu antara sekolah dan bekerja membantu orang tuanya.

“Dulu kan aku sempat nggak punya cita-cita karena melihat kondisiku bergelut sama sekolah-ikan-sekolah-ikan, gitu terus,”

“Suatu ketika kalau misalnya pekerjaan sudah selesai kita suka nonton tv bareng gitu. Ibu selalu kalau nonton misalnya dulu ada Krisdayanti, ‘Kuwi lho ning tv koyo ngono kuwi lho, kowe iso nyanyi kayak gitu (Itu lho seperti yang di tv, kamu kan bisa menyanyi seperti itu)’,” kenang Soimah seperti dikutip GridPop.ID dari tayangan YouTube Rans Entertainment Senin (18/3/2019).

Meski awalnya sempat pesimis dengan keinginan sang Ibunda, Soimah sekarang menyadari bahwa keinginan Ibunya tersebut bisa menjadi nyata.

“Dalam hati, ‘Bisa dari mana orang hidup aja begini kerjaannya gini-gini’. Dalam hati tapi,”

“Akhirnya sekaran kejawab. Oh iya emang bener apa yang diucapkan oleh ibu semuanya nyata. Ternyata bisa nyanyi, bisa ngelucu kan,” jelas Soimah.

Soimah lalu mengungkap bahwa dirinya memang terbiasa hidup keras sejak masih kecil.

Lantaran sudah ditempa sedemikian rupa saat masih kecil, kesulitan yang dialaminya saat ini rasanya tidak sebanding dengan masa lalunya.

“Soalnya aku tak nikmati sih ya. Karena dari kecil udah biasa. Hidupnya tuh sudah biasa berat. Jadi kalau sudah melewati yang seperti itu nggak begitu aku rasain,” jelasnya lagi.

Saat masih duduk di Sekolah Dasar, Soimah telah melakukan aktivitas yang biasa dilakukan oleh orang dewasa.

Salah satunya adalah membeli garam sekarung.

“Mana ada anak SD beli es batu, es batu yang balok? Mana ada yang kuat? Waktu itu aku kuat. Mana ada anak SD beli kayu yang pikulan kanan kiri itu, ada nggak sekarang? Nggak ada. Dulu aku udah lakuin. Mana ada anak SD beli garam sekarung-karungnya sampai begini nih kasarnya (tangannya),” kenang Soimah.

Ya, karena perjuangannya tersebut telapak tangan Soimah menjadi kasar.

Meski sudah sukses di layar kaca, Soimah sengaja tidak merawat telapak tangannya yang kasar.

Karena menurutnya itu adalah bukti perjuangannya dalam hidup.

“Ini sengaja nggak aku rawat yang diperhalus atau apa. Aku sengaja karena ini adalah bukti buat anak-anak saya. Ini ibumu dulu sampai begini. Biar anakku bisa pegang,” jelas Soimah.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed