WAJAH Gaga saat Ucap Belasungkawa untuk Laura Anna, Pakar Mikro Ekspresi: Gak Ada Tarikan Kesedihan!

Gaga Muhammad sampaikan belasungkawa atas meninggalnya sang mantan kekasih, Laura Anna. Pakar mikro ekspresi beberkan analisis mengenai aksi belasungkawa Gaga Muhammad.

Selebgram Laura Anna menghembuskan napas terakhir pada Rabu, 15 Desember 2021 pukul 09.22 WIB.

Ia meninggal di tengah perjuangan untuk sembuh dari kelumpuhan akibat cedera saraf tulang belakang atau Spinal Cord Injury.

Kondisi tersebut ia alami sejak kecelakaan yang terjadi pada 2019.

Laura kecelakaan bersama sang mantan kekasih, Gaga Muhammad.

Kabar meninggalnya Laura pun sampai ke telinga Gaga.

Dalam persidangan virtual kasus kecelakaan yang digelar Kamis, 16 Desember 2021, Gaga menyampaikan ucapan belasungkawa.

“Pertama-tama saya ingin menyampaikan kabar duka yang mendalam atas berpulangnya Laura Anna Edelenyi.

Semoga diterima di sisi Tuhan dan diterima di surga aamiin,” ungkap Gaga seperti dikutip TribunStyle.com dari YouTube Intens Investigasi, Minggu 19 Desember 2021.

Momen Gaga menyampaikan ucapan belasungkawa itu pun ramai diperbincangkan.

Tak sedikit yang merasa bahwa pria bernama lengkap Gaung Sabda Alam Muhammad tersebut tidak serius.

Pakar mikro ekspresi, Kirdi Putra akhirnya menganalisis wajah Gaga.

Ia menyoroti pengucapan yang terbata-bata.

“Satu, kita bicara itu spontan jadi karena diminta kemudian dia ngomong.

Bukan sesuatu yang pengen dia ucapkan jadi kayak ‘ditodong’ untuk ngomong sesuatu terus kemudian ngomong.

Kenapa? Karena terlihat kata-katanya terbata-bata sekali dibandingkan kata-kata misalnya ketika dia cerita sebelum-sebelumnya ngomongin hal lain terkait persidangan,” ujar Kirdi seperti dikutip TribunStyle.com dari YouTube Intens Investigasi, Minggu 19 Desember 2021.

Kirdi juga membahas arah mata Gaga.

Gaga memang beberapa kali melihat ke atas kamera.

“Kedua, ketika penyampaian permintaan maaf tersebut, matanya Gaga terlihat agak ke atas gitu jadi bisa diasumsikan bahwa itu membaca.

Buat saya agak aneh kalau misalnya sesuatu itu di atas, kecuali dipegangi seseorang.

Tapi analisa saya bahwa permintaan maaf yang kemudian ditodong kemudian mendadak dia ucapkan tanpa persiapan tersebut kecil kemungkinan untuk dibaca, jadi lebih mungkin bahwa dia membayangkan sesuatu, berusaha mereka-reka mau ngomong apalagi, itu mikir sebetulnya,” lanjutnya.

Aspek selanjutnya yang ditangkap oleh Kirdi adalah bibir Gaga.

Gaga tampak menaikkan bibir sebelah kanan.

Kirdi menilai hal tersebut merupakn cynical smile atau senyum sinis.

“Bagian menariknya adalah ketika bagian penutup, jadi ketika Gaga tersenyum itu garis di antara hidung dan bibir, dua-duanya kelihatan jelas, itu artinya simetris.

Namun bagian nomor tiga ketika Gaga sudah menyelesaikan penyampaian rasa belasungkawanya, di bagian terakhir bibir sebelah sini (kanan) naik satu.

Itu artinya senyum sinis sih sebetulnya kalau saya katakan, dia tidak secara katakanlah memang menyampaikannya itu ada perasaan yang enggak nyaman dia ucapkan, ya cynical smile.

Senyum sinis yang ditampilkan sama dia,” papar Kirdi.

Secara keseluruhan, Kirdi tak melihat ada tarikan kesedihan di wajah Gaga.

Ia menilai Gaga hanya lip service.

“Memang tidak ada tarikan kesedihan sih di mukanya.

Jadi kalau tarikan sedih itu bibir ini arahnya ke bawah, kalau alis itu juga ke arah bawah.

Ini tidak muncul di tampilannya Gaga, jadi lempeng aja udah. Lempeng plus enggak suka.

Buat saya dia berusaha menyampaikan bahwa dia bener-bener merasakan kehilangan tapi dari ekspresi yang ditampilkan itu enggak ada itu beneran keluar dari dirinya, ya itu cuma lip service, itu cuma kata-kata,” pungkas Kirdi Putra.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed